Didalam momentum Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat menggaungkan Semangat Berbagi dan Memperkuat Keimanan melalui kegiatan “Ngabuburit Bareng DWP” yang kembali digelar secara daring pada Rabu (4/3/2026)
Sejalan dengan semangat tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang diwakili Bidang Pendidikan, Ibu Masita Fariz juga turut hadir dalam kegiatan tersebut secara Daring.
Dalam Kegiatan tersebut, Ketua Umum DWP, Ida Budi G. Sadikin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui Gerakan Dharma Wanita Persatuan Peduli, Dharma Wanita Persatuan terus berupaya hadir dan memberikan dukungan. Baik berupa bantuan moral, doa, maupun bantuan nyata sesuai kemampuan. Kepedulian ini merupakan wujud nyata dari nilai-nilai Ramadan yang mengajarkan kasih sayang, gotong royong, dan keikhlasan.
Kesimpulan dari Tausiyah Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA yaitu :
1. Ramadhan artinya membakar hangus. Mudah - mudahan ramadhan kali ini dapat menghapus dosa-dosa kita sebelum-sebelumnya dengan tuntas.
2. Ramadhan identik dngan keikhlasan., orang -orang yang ikhlas itu lebih hebat dari besarnya gunung, kerasnya besi, kobaran api, halusnya air, halusnya udara.
3. Ada 2 tingkatan ikhlas yaitu mukhlis (ikhlas tetapi masih senang dipuji manusia kadang harus diberi motivasi lagi untuk berbuat baik, masih menikmati pujian), sedangkan tingkatan ikhlas selanjutnya yaitu mukhlas (dia akan sedih kalau dipuji, tidak ingin diketahui kebaikannya jangan bocor kebaikannya). Iblis akan menggoda manusia sampai akhir jaman kecuali manusia yang sampai tahap mukhlas.
4. Manusia yang mukhlas menganggap ibadah itu bukan suatu kewajiban melainkan mencintai ibadah, puasa, sholat bukan dianggap kewajiban tetapi merupakan sumber kebahagiaan artinya mencintai ibadah tersebut.
5. Tempat yang paling baik untuk curhat adalah sajadah dan sujud yang lama curhat kepada Allah karena Allah yg maha menentukan dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Jadilah beban di punggungmu beterbangan bagaikan kapas.
6. Marilah ketika di luar ramadhan kita tetap menerapkan nilai-nilai Ramadhan.
7. Marilah kita meningkatkan keikhlasan dari mukhlis menjadi mukhlas, segala kenikmatan, kekecewaan, penyakit, ibadah tidak ada rasa wajib, yang muncul hanyalah kenikmatan, nikmati.
Dalam pesannya, beliau mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam beramal “Tangan kanan memberi, tangan kiri jangan sampai mengetahui,” sebagai pengingat bahwa setiap kebaikan hendaknya dilakukan dengan niat tulus karena Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian manusia. Beliau juga mengajak untuk memperbanyak doa dan bermunajat kepada Allah, terutama di sepertiga malam. Sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an, bahwa pada hari kiamat, gunung-gunung akan beterbangan seperti kapas. Hal ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia ini bersifat sementara, dan yang kekal adalah amal kebaikan.
#DWPDPKPLumajang #DPKPLumajang #Berakhlak #Ramadan1447H